Berita

Berita / Informasi / Detail

PROGRAM PEMBERSIHAN DAN SANITASI TEMPAT PENGELOLAAN PANGAN SIAP SAJI (TPP)

Informasi 27 Mei 2020 13:06:32 WIB Martanto, S.KM dibaca 51 kali

Dasar:

a)      Undang-undang
No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan

b)      Undang-undang
No. 18 Tahun 2012 Tentang Pangan

c)       Peraturan
Pemerintah No. 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan lingkungan

d)      Peraturan
pemerintah No. 86 Tahun 2019 Tentang Keamanan Pangan

e)      Keputusan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 942/Menkes/SK/VII/2003 Tentang

f)       Pedoman
Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan

g)      Keputusan
Menteri Kesehatan No. 1096 Tahun 2011 Tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Jasa
Boga

h)      Keputusan
Menteri Kesehatan No. 1098 Tahun 2003 Tentang Persyaratan hygiene sanitasi
Rumah Makan

i)       
Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen No. 17 Tahun
2017 Tentang Pengawasan Keamanan Pangan

      Perkembangan kondisi dan dampak terkini pada status keadaan tertentu
darurat bencana wabah COVID-19 di Kabupaten Kebumen dalam rangka menjaga
ketersediaan Makanan yang berkualitas bagi masyarakat. Dinas Kesehatan Mendukung
pelaku usaha produk makanan untuk memastikan rantai produksi dan Makanan
berkualitas termasuk pada masa status keadaan wabah COVID-19 di Kabupaten
Kebumen. Mewujudkan makanan aman, bermutu, dan berdaya saing tetap berjalan
maksimal. Usaha pengurangan resiko kesehatan yang perlu kita kendalikan melalui
peningkatan program pembersihan dan sanitasi di tempat pengolahan pangan (TPP)
siap saji karena kebutuhan masyarakat terhadap pangan siap saji cukup tinggi
dengan kemudahan layanan yang berkembang saat ini yaitu era digitalisasi Untuk membantu
meminimalisasi penyebaran COVID-19 perlu di tekankan hal-hal sebagai berikut :

1. Penjamah makanan
dalam kondisi sehat dan memiliki suhu tubuh yang normal (tidak demam atau <
37,3oC).

2. Kebutuhan pokok
maupun bahan pangan segar yang di jual bersih dan tidak mengandung bahan
berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil.

3. Penjamah makanan
menggunakan APD yang sesuai seperti masker, sarung tangan, celemek, penutup
kepala dan alas kaki tertutup.

4. Menerapkan
physical distancing setidaknya 1-2 meter, meminimalisasi terjadinya antre-an
dan menghindari kontak langsung dengan setiap pelanggan atau pengunjung
konsumen

5. Penjamah makanan
selalu menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air
mengalir

6. Melakukan
pembersihan dan desinfeksi secara berkala setiap sebelum maupun sesudah
Produksi untuk meminimalisasi penyebaran virus yang tidak diketahui

7. Menyediakan tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun, terdapat
toilet, serta tempat sampah tertutup.

8. Berkordinasi dengan
petugas sanitarian/ Puskesmas / Dinas Kesehatan selaku Pembina dan Pengawas
Tempat Pengolahan Makanan, Untuk melaksanakan pemeriksaan sampel makanan dan
minuman minimal 1 (satu) bulan sekali Agar memenuhi syarat kesehatan sesuai
peraturan perundangan yang berlaku.

Virus
COVID-19 dapat menginfeksi siapa saja, namun orang lanjut usia,ibu hamil,orang
yang sedang sakit, atau orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah memiliki
risiko yang lebih besar. Oleh sebab itu,diperlukan pembatasan kontak fisik
(physical distancing), peningkatan higiene perorangan serta penerapan sanitasi
untuk mencegah semakin luasnya penyebaran virus ini. Sampai saat ini belum
terdapat bukti yang menunjukkan bahwa virus COVID-19 dapat ditularkan melalui pangan. 
Sanitasi
pangan merupakan upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi pangan yang
sehat dan higienis yang bebas dari bahaya cemaran biologis, kimia, dan benda
Iain. Perlu Penerapan usaha Pengamanan keamanan pangan terkait pencegahan
risiko penyebaran COVID-19